Selasa, 13 April 2010

alasan kenapa sekarang aku tidak suka hujan

*
hari itu hari jumat,
sore itu langit memang sedang mendung,
entah kenapa aku ingin sekali cepat-cepat pulang,
melewati jalan yang tidak biasa aku tempuh.

lalu hujan turun,
"hujan-hujanan saja" pikirku, toh aku suka hujan.
aku gembira bisa berhujan-hujanan,
walaupun aku tau, besok penyakit sinusitis ku akan kambuh karena kesenangan yang sesaat ini.

ternyata tuhan tidak membiarkan kesenangan itu terlalu lama,
ban motorku bocor,
yaa ditengah derasnya hujan aku terpaksa berjalan dan mencari pertolongan.

disaat seperti itu, aku mengadu padanya,
tidak terlalu jelas alasan kenapa aku mengadu padanya,
entah karena ingin benar-benar ditolong olehnya atau hanya sekedar ingin bermanja-manja dan dihibur saja.
tapi ternyata, dia tidak khawatir sama sekali, dia tidak perduli apakah bajuku sudah sebasah apa, dia juga tidak mengutuk paku yang telah mengoyak ban motorku,
dia hanya tertawa, lalu tertawa lagi, dan lagi.

"tak apalah" pikirku, toh langit ikut bersdih akan nasibku,
aku suka hujan!
setelah menemukan tambal ban lalu aku bergegas pulang dan
berharap cerita ketidak beruntungan ku cukup sampai disitu saja.

ternyata tuhan ingin aku membantu 2 orang penambal ban sekaligus.
saat hampir sampai ke rumahku, ban itu bocor lagi,
"tak apalah, sudah dekat kok" pikirku, toh masih hujan dan aku suka hujan!


**
hari itu hari sabtu,
masih pagi, dan masih hujan, padahal aku ada kuliah pagi.
"tak apalah, sebentar lagi pasti berhenti" pikirku, toh aku suka hujan!

aku masih menunggu hujan reda,
saat dia (orang yang aku fikir akan menjadi pendamping hidupku kelak) tiba-tiba berkata,
"aku lelah, ternyata menaklukan jarak tidak semudah yang aku bayangkan, keyakinanku untuk bisa menaklukan jarak yang memisahkan kita telah pudar dan berangsur menghilang, maaf, maaf karena telah membuatmu terlalu percaya padaku, aku lelah"

*jeder
petir menyambar,
duniaku serasa runtuh,
tapi entah kenapa hujan tiba-tiba berhenti,
dan mentari menggantikan posisi awan dan menerangi dunia-dunia di sekelilingku,
seakan-akan langit tidak ingin ikut menangis dan bersedih sepertiku.
"tak apalah" pikirku, toh aku sudah tidak menyukai hujan lagi!

1 komentar:

  1. yang sabar ya......

    hujan diturunkan oleh Sang Pencipta itu selalu membawa anugrah kepada setiap umat. mungkin saat hujan yang kau ungkap di ketikanmu ini adalah sebuah petunjuk bahwa Sang Pencipta menunjukan sesuatu kebenaran tentang seseorang yang kau anggap sudah sesuai,.........

    BalasHapus